Permasalahan Pendidikan di Indonesia

Tingkat pendidikan pendidikan di Indonesia yang semakin merosot tentu harus menjadi perhatian bersama. Berdasarkan data dalam Education For All (EFA) Global Monitoring Report 2011: The Hidden Crisis, Armed Conflict and Education yang dikeluarkan Organisasi Pendidikan, Ilmu Pengetahuan, dan Kebudayaan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNESCO) yang diluncurkan di New York pada bulan Maret 2011, peringkat pendidikan Indonesia menurun yakni pada peringkat 69 dunia, setelah pada tahun 2010 berada peringkat 65. Di tingkat ASEAN, kita sudah jauh tertinggal dari Singapura, Brunei, Malysia, Thailand dan Philipina. Negara Finlandia masih menduduki peringkat 1 dunia.  Bahkan Korea Selatan dan Jepang ada di peringkat 2 dan 3 dunia.

Data yang dirilis UNDP terkait Indeks Pembangunan Manusia (IPM) tahun 2011, Indonesia berada di peringkat 124 dari 187 negara.  IPM mengukur indeks pembangunan manusia suatu Negara berdasarkan tiga dimensi dasar yang tercermin dalam taraf pendidikan, kesehatan, serta kemampuan daya beli.  Dari ketiga dimensi, kontribusi sektor pendidikan adalah yang tertinggi.

Permasalahan pendidikan di Indonesia masih sangat kompleks. Mulai dari sistem pendidikan yang kurang tertata secara sistematis sampai kualitas guru yang masih rendah. Sistem pendidikan di Indonesia masih belum terintegrasi secara penuh antara pendidikan dasar, menengah dan pendidikan tinggi. Kebijakan yang dilakukan pemerintah masih terkesan parsial, belum bisa menyeluruh sebagai satu sistem pendidikan.

Dari aspek guru, juga masih banyak masalah yang harus diselesaikan. Menurut, Achmad Dasuki selaku Direktur Profesi Pendidik, sekurangnya ada 9 permasalahan guru di Indonesia:

  1. Jumlah guru yang sangat besar yaitu 2.783.321 orang, termasuk sekitar 477.000 orang adalah guru di bawah Departemen Agama.
  2. Pendataan guru yang belum sepenuhnya selesai sehingga sulit untuk mengetahui supply and demand.
  3. Distribusi guru belum merata.
  4. Guru yang belum memiliki kualifikasi akademik S1 /D-IV cukup besar sebanyak 63,1%
  5. Banyak guru berkompetensi rendah
  6. Belum semua guru mendapatkan program peningkatan kompetensi
  7. Cepatnya perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi sehingga membutuhkan kompetensi (ICT) bagi para guru
  8. Guru akan pensiun pada tahun 2010 s/d 2015 sebanyak ± 300.000 dan memerlukan penggantinya
  9. Desentralisasi pengelolaan guru namun kasus-kasus guru selalu dikirim ke pusat untuk menyelesaikannya

Merupakan tugas bersama seluruh elemen bangsa untuk memajukan pendidikan di Indonesia. Memang tidak mudah, namun dengan upaya keras dan sinergi berkelanjutan tingkat pendidikan pasti bisa diperbaiki. Bukankah tugas kita semua sebagai insan terdidik untuk mendidik generasi bangsa..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: