Skenario Pengembangan Karier Guru

Karier sebagai guru dimulai dari lulusan Lembaga Perguruan Tinggi Kependidikan atau Non-Kependidikan. Setelah lulus S1 atau D-IV dari LPTK maka seorang guru prajabatan harus menempuh Pendidikan Profesi yang lama studinya berbeda sesuai jenjang pendidikannya. Berikut adalah golongan guru setelah diangkat menjadi PNS:

  1. Guru Pratama (Golongan IIIa dan IIIb). Setelah sorang guru lulus dari LPTK, maka diharuskan menempuh Pendidikan Profesi selama 1-2 semester (sekitar 18 sd 40 sks sesuai pendidikannya). Setelah melalui tes dan diterima sebagai PNS maka akan memperoleh golongan IIIa setelah mengikuti program pra jabatan dan program induksi.
  2. Guru Muda (Golongan IIIc dan IIId). Guru dari Golongan Pratama diharuskan mengikuti program Pendidikan Profesi Berkelanjutan dan Penulisan Karya Tulis Ilmiah untuk dapat naik ke golongan selanjutnya.
  3. Guru Madya (Golongan IVa, IVb, dan IV c). Untuk mencapai golongan ini juga melalui Pendidikan Profesi Berkelanjutan.
  4. Guru Utama (Golongan IVd dan IVe). Guru Madya untuk dapat menjadi guru Utama diperlukan syarat yaitu: meneliti Penulisan Karya Ilmiah, Seminar dan juga Orasi Ilmiah.  Continue reading
Advertisements

Permasalahan Pendidikan di Indonesia

Tingkat pendidikan pendidikan di Indonesia yang semakin merosot tentu harus menjadi perhatian bersama. Berdasarkan data dalam Education For All (EFA) Global Monitoring Report 2011: The Hidden Crisis, Armed Conflict and Education yang dikeluarkan Organisasi Pendidikan, Ilmu Pengetahuan, dan Kebudayaan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNESCO) yang diluncurkan di New York pada bulan Maret 2011, peringkat pendidikan Indonesia menurun yakni pada peringkat 69 dunia, setelah pada tahun 2010 berada peringkat 65. Di tingkat ASEAN, kita sudah jauh tertinggal dari Singapura, Brunei, Malysia, Thailand dan Philipina. Negara Finlandia masih menduduki peringkat 1 dunia.  Bahkan Korea Selatan dan Jepang ada di peringkat 2 dan 3 dunia.

Data yang dirilis UNDP terkait Indeks Pembangunan Manusia (IPM) tahun 2011, Indonesia berada di peringkat 124 dari 187 negara.  IPM mengukur indeks pembangunan manusia suatu Negara berdasarkan tiga dimensi dasar yang tercermin dalam taraf pendidikan, kesehatan, serta kemampuan daya beli.  Dari ketiga dimensi, kontribusi sektor pendidikan adalah yang tertinggi. Continue reading